Bermain Flying Fox Anak Bersama Agrowisata Amanah

Flyingfox2Kini permainan flying fox tidak hanya digemari oleh orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya tempat wisata atau outbond yang menyediakan wahana ini. Flying fox sendiri bukan merupakan wahana baru karena sudah ada sejak bertahun-tahun lalu pada area permainan.

Bagi orang tua, mengajak anak bermain flying fox dapat membantu dalam mendidik keberanian dan melatih percaya diri sang buah hati. Namun, perhatikan juga standar keamanan yang diterapkan oleh pengelola ketika ingin bermain flying fox. Inilah 6 (enam) tips cara aman bermain flying fox yang dikutip dari www.1stoutbound.com:

  1. Perhatikan konstruksi dari lokasi start dan finish permainan flying fox tersebut, dimana konstruksi paling ideal terbuat dari konstruksi besi yang memiliki 4 tiang penyanggah dan masing-masing dilengkapi dengan tension (penarik/ penyeimbang kekuatan bangunan konstruksi baja tersebut.
  2. Arena flying fox yang aman memiliki dermaga (platform) lokasi start dan finish yang cukup luas untuk mengatur antrian pemain. Terdapat batas yang tegas dan jelas antara area antri dengan area luncur (safety zone).
    Ketika pemain sudah berada di dalam area antri, operator bergerak memasangkan Alat Pelindung Diri (APD) yang berupa pengaman tubuh (sit harness atau full body harness) dan pengaman kepala (safety helmet), serta jika dibutuhkan dipasangkan juga pengaman tangan (gloves).
  3. Kemudian saat pemain memasuki area luncur (safety zone), maka SOP yang wajib dilakukan oleh para operator adalah memasangkan tali pengaman (life line) yang tercantol ke pengaman tubuh (sit harness/full body harness) disusul dengan tali luncur (cowstail/connector rope). Life line akan dilepas jika pemain sudah siap meluncur.
  4. Tali baja (wire rope) yang digunakan untuk lintasan terdiri dari 2 (dua), lintasan yang pertama berupa lintasan utama (main lines) dan kedua didekasikan untuk lintasan pengaman (safety lines) disampingnya/diatasnya. Hal ini untuk mencegah/mengantisipasi jika terjadi free fall yaitu pemain terjatuh bebas karena suatu hal, masih terdapat 1 tali yang menyelamatkan.
  5. Ketika sudah sampai di lokasi finish, operator akan memasangkan kembali tali pengaman (life line) yang dicantolkan pada pengaman tubuh (sit harness/full body harness), sebelum melepas seluruh rangkaian alat pelindung diri.

Amanah

Author Since: 25 / Jan / 2016

About Author

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>