MANFAAT OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING DI AGROWISATA AMANAH

” Permainan-permainan dalam outbound training tidak lain merupakan simulasi pelatihan manajemen diri yang memadukan olah pikir, olah rasa dan olah raga. Salah satu manfaat kegiatan ini adalah akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri “

Artikel Outbound kali ini akan membahas berbagai manfaat Outbound Management Training yang di dapatkan oleh perusahaan yang melaksanakannya, mulai dari batasan – batasan Outbound Management Training, definisi Outbound Management Training, pendekatan metode Outbound Management Training, teknik-teknik yang digunakan dalam metode Outbound Management Training, hakikat outbound training, manfaat dan tujuan outbound training.

Melalui artikel ini diharapkan pembaca mampu memahami batasan, definisi, dan pendekatan dalam Outbound Management Training, teknik-teknik dalam metode Outbound Management Training, hakikat outbound training, manfaat dan tujuan outbond training.

Hakikat Outbound Management Training (OMT)
Outbound merupakan singkatan dari Outside of Boundaries, yang apabila diterjemahkan bebas menjadi menembus batas. Adapula yang mendefinisikan secara per kata yaitu dari kata outside yang artinya keluar, dan bound yang artinya ikatan, sehingga defenisi Outbound ialah keluar menuju alam bebas dan saling punya keterikatan, baik dengan alam maupun rekan dalam satu tim.

Outbound Training adalah kegiatan pelatihan sekaligus rekreasi yang dilaksanakan di alam terbuka, terdiri dari serangkaian permainan yang menantang namun tetap aman dan menyenangkan, masing-masing permainan memiliki tujuan tertentu dengan tahapan sebagai berikut:

1. Pembentukan pengalaman
2. Perenungan pengalaman
3. Pembentukan konsep
4. Pengujian konsep

Dari beberapa tahapan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam Outbound Training juga menyampaikan materi secara mendalam, dan mengupayakan pada audience/ peserta juga dapat menyerap materi melalui tahapan-tahapan tersebut. Proses pembelajaran dalam outbound training menanamkan para peserta belajar dengan membentuk pengetahuannya sendiri (Experiental Learning).

Ada berbagai alasan mengapa metode OMT dipakai, antara lain:
1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang komplek yang dibuat menjadi sederhana
2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiential learning)
3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan.

Manfaat dan Tujuan Outbound

Kegiatan belajar di alam terbuka (outbound) bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat.Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.

Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara bekerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri (bagi mereka yang berkelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama.

Dari berbagai literasi yang ada dikemukakan bahwa tujuan utama kegiatan outbound untuk membantu sikap dan perilaku profesionalisme seperti meliputi :

a. Terbentuknya suatu komitmen (commitment) yang utuh dari setiap peserta melalui 4C, yaitu :
1. Peningkatan kompetensi (competency)
2. Pembentukan konsepsi (conception) pemikiran yang komprehensif
3. Terjadinya hubungan (connection) yang semakin erat di antara para bawahannya dan atasan.
4. Munculnya keyakinan akan kepercayaan diri (confidence) akan kemampuan masing-masing peserta yang akan berpengaruh dalam membangun rasa memiliki dan bukan sekadar menjadi karyawan. Perubahan ini akan terlihat dari bertumbuh kembangnya rasa tanggung jawab dalam melakukan tugas di unit kerjanya masing-masing.

b. Pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas-tugas kehidupan, berdisiplin, bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan, mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan etos kerja yang tinggi.

c. Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam mengambil setiap resiko (risk taking) dari setiap tantangan yang dihadapi.

d. Team building yang solid yang didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan.

e. Peningkatan kematangan Emotional Question (EQ) melalui program olah rasa yang menjadi porsi perhatian outbound bahkan perhatiannya kepada pengembangan spiritual quotation (SQ) akan sangat membantu peserta dalam meningkatkan kematangan kemampuan menghargai berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas-tugas yang dihadapi.

f. Pengembangan kepemimpinan (Leadership). Sukses sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuan si pemimpin dalam menggerakkan seluruh anggota perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengembangan kepemimpinan adalah suatu usaha untuk membangun ketahanan organisasi (organizational resilience) yang diperlukan untuk menghadapi kejutan masa depan dan memanfaatkan peluang yang timbul.

g. Pengembangan budaya organisasi (Culture Development). Budaya organisasi adalah perangkat yang penting di dalam peningkatan kinerja organisasi. Secara lebih spesifik, budaya organisasi atau budaya kerja adalah suatu system makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan , dan interaksi kerja, yang disepakati bersama dan digunakan di dalam kehidupan kerja sehari-hari.

h. Pengelolaan perubahan (Managing Change). Untuk menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang, perusahaan harus melakukan perubahan melalui peninjauan ulang atas semua asumsi dan tata cara kerja perusahaan yang selama ini telah menghantarkan perusahaan pada kemajuan.

i. Perencanaan strategi (Strategic Planning). Perencanaan strategikbermula dari kegiatan melakukan penelaahan terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang ada dalam organisasi.

j. Pengembangan diri (Self Development). Sukses dalam melaksanakan tugas di perusahaan, baik sebagai pemimpin atau anggota organisasi, sangat ditentukan oleh kepercayaan diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Nah, demikian artikel outbound yang terkait Manfaat Outbound Management Training, semoga bermanfaat dan bisa menjadi sebagai bahan pertimbangan jika Anda atau perusahaan Anda ingin mengadakan kegiatan dengan konsep Outbound Management Training.

Lokasi : Jl. Raya Tawangmangu Km. 34 Srandon, Karang, Karangpandan, Karanganyar

Telepon:
(0271) 6901055
(0271) 6980006
081 329 206 869

Email:
agrowisata.amanah@gmail.com

 

Amanah

Author Since: 25 / Jan / 2016

About Author

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>