Gagal Meraih Mimpi? Lakukan Hal Ini

Masing-masing dari Anda tentu memiliki cita-cita yang selalu didoakan dan berusaha untuk mewujudkannya. Untuk mendapatkan sesuatu, Anda pasti akan berjuang semaksimal mungkin, bukan? Hal ini memang tidak salah. Anda malah akan menjadi orang yang naif ketika Anda memiliki mimpi, namun tidak pernah ada niat untuk mewujudkannya.

Demi cita-cita, Anda pasti akan mengorbankan banyak hal untuknya. Secara tidak sadar, seringkali karena terlalu terobsesi pada mimpi, Anda membuat orang-orang di sekitar Anda menjadi sakit hati karena perkataan dan perbuatan Anda.

Namun, Anda tidak bisa menghindari yang namanya kegagalan. Ketika kegagalan menimpa Anda, jangan berjalan terus. Hal ini tidak akan memperbaiki segalanya. Berhentilah sejenak dan renungkan kegagalan Anda. Untuk meraih mimpi, Anda harus tahu kapan waktunya untuk berhenti, dan kapan waktunya untuk terus berjalan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika Anda menghadapi kegagalan.

1. Mengatur ulang perencanaan untuk mematangkan segalanya

Ketika Anda beristirahat sejenak dari pengejaran mimpi, Anda bisa mendapatkan banyak hal. Dengan begini, Anda bisa menentukan, bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil. Kata menyerah, kurang tepat untuk menjuluki kondisi yang seperti ini. Ketika Anda berhenti, belum tentu Anda menyerah dengan mimpi Anda tadi.

Momen kegagalan harus bisa Anda jadikan sebagai batu loncatan. Untuk mengejar cita-cita Anda, matangkan kembali strategi yang akan digunakan. Siapa tahu dengan strategi yang baru, Anda bisa lebih longgar untuk meraih cita-cita.

2. Introspeksi diri

Ketika berjalan untuk meraih kesuksesan, sering kali Anda tidak mereview perjalanan Anda. Semuanya terasa baik-baik saja. Hingga pada akhirnya kegagalan datang dan Anda baru sadar bahwa perjalanan Anda tidak baik-baik saja.

Anda selalu terfokus pada tujuan Anda, namun melupakan bagaimana langkah yang akan diambil selanjutnya. Anda harus rendah diri untuk mereview bagaimana langkah yang sudah diambil. Mana yang perlu diperbaiki, dan mana yang perlu dikembangkan.

Tahukah Anda, bahwa evaluasi sangat dibutuhkan untuk tiap kegiatan yang sudah Anda lakukan? Apakah langkah yang diambil merugikan orang lain, merugikan diri sendiri, ataukah waktu yang diambil kurang tepat, atau malah langkah ini tidak membuat Anda berkembang?

Seringkali, orang tidak membubuhkan ‘introspeksi diri’ dalam list – to – do untuk mencapai cita-cita. Instrospeksi diri adalah komponen yang penting untuk mengembangkan diri Anda.

3. Anda yang menentukan kapan harus berhenti

Setelah mengintrospeksi diri, pasti Anda akan menemukan bagian mana saja yang salah dan yang harus dibenahi. Sehingga, selanjutnya Anda tahu harus kemana melangkah. Anda bisa mempelajari dari pengalaman sebelumnya agar tidak salah lagi dalam melangkah. Ketika jalan yang akan diambil tidak sesuai dengan pilihan Anda, maka jangan diambil.

Pilihlah jalan yang sesuai dengan rencana Anda. Momen ini adalah saat yang tepat untuk mengubah haluan Anda. Putar baliklah jika merasa salah. Namun, Anda juga harus mampu berbenah saat putar balik. Bukannya menyerah begitu saja.

Inilah waktu yang tepat untuk berubah haluan. Anda adalah supir bagi dirimu sendiri, bukan? Jadilah Anda yang menentukan ke mana dirimu akan kamu setir.

Jangan pernah berpikir bahwa menyerah sama artinya dengan kalah. Semuanya tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan Anda. Bersikaplah bijaksana, agar Anda mampu menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran. Namun, dalam pengejaran mimpi, jangan lupa untuk membuat diri Anda senang juga. [source]

Lokasi : Jl. Raya Tawangmangu Km. 34 Srandon, Karang, Karangpandan, Karanganyar

Telepon:
(0271) 6901055
(0271) 6980006
081 329 206 869

Email:
[email protected]

Amanah

Author Since: 25 / Jan / 2016

About Author

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>