Belajar sambil Bermain

Main! Main! Main!

Bermain merupakan hal utama bagi anak kecil. Anak memang sedang bermain, tetapi mereka sebenarnya juga sedang dalam proses belajar. Mereka belajar tentang badan mereka, lingkungan mereka, orang-orang sekitar mereka. Anak belajar melalui permainan mereka. Anak-anak yang masih kecil sebetulnya sudah melakukan proses belajar dengan cara mereka sendiri, terlepas dari sekolah atau homeschool. Itulah dunia anak-anak, dunia bermain yang mengasyikkan. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia yang identik dengan bermain, terutama di usia dini. Oleh karena itu, para pakar Psikologi Perkembangan Anak banyak menciptakan metode-metode bermain kreatif untuk menunjang pertumbuhan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak usia dini.

Pentingnya Bermain

Konvensi Hak Anak PBB (1989) menegaskan bahwa bermain adalah salah satu hak anak. Oleh sebab itu, melarang anak untuk bermain adalah hal yang salah. Sebaliknya orangtua maupun guru sebaiknya menggunakan karaktersitik alami anak ini sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan.

Bermain adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak. Kita harus berpikir positif tentang dunia bermain anak sebagai proses normal dalam tumbuh kembangnya. Untuk itu, sangatlah penting untuk mengolahnya sebagai sarana mendidik anak secara efektif. Bermain Sambil Belajar di Sekolah Sekarang ini, para pendidik di negara kita sudah mengembangkan metode belajar sambil bermain. Dengan metode ini anak diharapkan tidak akan terasa bila dirinya sedang belajar, sehingga membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih luwes dan tidak kaku. Lingkungan belajar dibuat bersahabat dengan anak sehingga mereka merasa tidak asing. Pasalnya, jika lingkungan belajar tidak akrab dengan mereka, maka belajar akan dianggap fobia dan berkembang menjadi momok.

Anak-anak seusia siswa TK memiliki karakter yang unik, salah satunya adalah mereka suka bermain. Oleh karena itu, salah satu tantangan para guru dalam mengajar mereka adalah bagaimana mengontrol mereka supaya tetap fokus belajar sementara mereka masih ingin tetap bermain. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjadi teman sekaligus guru bagi mereka dalam bermain sambil belajar. Untuk dapat melakukan ini, guru harus dapat mengajar secara komunikatif, dimana harus ada interaksi yang kuat diantara guru dan anak didik. Mengajar secara komunikatif menyangkut banyak hal, baik metode mengajar, materi, maupun sarana. Metode belajar ini sudah dikembangkan dalam berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah usia dini yang justru sangat dekat dengan bermain. [source]

Lokasi : Jl. Raya Tawangmangu Km. 34 Srandon, Karang, Karangpandan, Karanganyar

Telepon:
(0271) 6901055
(0271) 6980006
081 329 206 869

Email:
agrowisata.amanah@gmail.com

Amanah

Author Since: 25 / Jan / 2016

About Author

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>